Tentang Mimpi, Asa, Angan, dan Cita.


Ku rasa ke-empat kata itu adalah merujuk pada satu hal yang sama, hanya saja ke-empat-nyalah yang menunjukkan betapa besar hal yang hendak ku capai.
Pernahkah kau, sudah menyiapkan rancangan masa depan?
Dan apakah rancanganmu terwujud? 
Apakah sesuai yang kau inginkan?
Aku pernah, aku menyiapkannya.
Kurasa belum atau mungkin ada jalan lain yang meski ku tempuh.
Sampai saat ini tidak, tidak seperti anganku, tidak seperti apa yang ku rancang.
Apa boleh buat? 
Aku bukan Sang Maha Kuasa, aku bukan Sang Maha Tahu, aku bukan Tuhan, aku bukan Sang pembuat takdir,
Aku hanya satu dari sekian banyak makhluk-Nya.
Aku makhluk, yang hanya bisa berangan, berencana, berusaha, hasil akhirnya Dia-lah yang menentukan, Dia yang mengatur takdirku,
Sedih? 
Kecewa?
Bukankah kita tak benar-benar tahu apa yang baik dan apa yang buruk bagi diri kita sendiri?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” 
(QS. Al Baqarah : 216)
 Mengenai kekecewaan, aku rasa tak patut kita besar-besarkan rasa kecewa pun rasa sedih itu, sebab tak ada yang benar-benar milik kita, tak ada yang benar-benar bisa kita kehendaki, kecuali atas izin Allah, Tuhan semesta alam ini, lantas untuk apa kita besar-besarkan rasa kecewa itu?
Apa aku berdo'a agar Allah mengabulkan permintaanku? Agar Allah memberi kemudahan jalan bagiku dalam mewujudkan rancangan yang ku buat?
Tentu, pasti, aku telah, akan, dan terus berdo'a.
Lantas kenapa tak terwujud, kenapa rancanganku tak berhasil?
Bukankah Allah akan mengabulkan do'a-do'a yang kita panjatkan?
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” 
(QS. Al mukmin:60)
Aku yakin, Allah akan mengabulkan do'a-do'a hamba-Nya. 
Hanya saja kita tidak tahu, dalam bentuk apa wujud terbaik dari terkabul nya doa kita, dan juga kapan doa itu dikabulkan.
Terkadang do'a itu langsung terkabulkan seperti yang kita inginkan, belum terkabul karena menunggu waktu yang tepat, atau mungkin Allah memberi jawaban dengan jalan lain sebab hal yang kita minta dalam do'a adalah akan berdampak tak baik pada diri kita sendiri.
Allah yang Maha Tahu atas segala sesuatu.
Sebab do'a yang tak kunjung terkabul, adalah mungkin karena kita tak begitu dekat dengan-Nya sehingga do'a kita yang tidak segera dikabulkan justru akan membuat kita semakin dekat kepada Allah, terus bersimpuh di hadapan-Nya, selalu merendahkan diri kepada-Nya.

~Allah ingin kita lebih dekat kepada-Nya~
Dan kalaupun mimpi itu benar tak terwujud,
Tak ada hal lain yang bisa ku lakukan, menerima dengan lapang dada, dengan ikhlas, dan berserah hanya kepada-Nya.

Menerima kenyataan, bahwa hidup kadang tak sesuai dengan apa yang kita nak, apa yang kita mau. Allah Sang Maha Hidup, Dia yang memberi kita kehidupan, Dia yang telah menetapkan takdir pada diri kita masing-masing.
Sekali lagi, tak ada kekecewaan yang patut untuk kita besar-besarkan, tak ada satupun di dunia ini yang kita miliki, tak ada satupun hal yang kita kehendaki tanpa kehendak dari-Nya. Kita tak tahu mana yang baik dan buruk bagi diri kita sendiri, Allah yang Maha Tahu, dan Dia-lah pemilik semesta, pemilik diri ini.
Ikhlas, menjalani apa yang telah di depan mata, bangkit, terus perbaiki kualitas ibadah, kualitas diri masing-masing,
Tetap berprasangka baik pada Allah,
Terus berdo'a mohon yang terbaik untuk diri, mohon didekatkan kepada-Nya, pun kepada hamba-Nya yang shaleh, mohon jauhkan dari jalan yang sesat,

Tetap berharap bahwa esok akan lebih baik, dengan jalan yang berbeda, dengan jalan yang Dia pilihkan untuk kita. 
~Iklas, Bangkit, terus melangkah ke depan, don't look back, never give up, don't despair~
Ingatlah, Allah always with us--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tepian Jurang

Beberapa yang Menjebak