Tiada Temu.
Aku bersama malam,
Sedang engkau bersama siang.
Hadir di ujung senja,
Sedang engkau, hadir di awal fajar.
Aku terdiam, engkau membisu.
Aku merenung, engkau biarkan diri tenggelam.
Aku menatap.
Engkau menajam.
Tanpa kata, tanpa bahasa, tanpa suara.
Diam ku tak bisu,
Namun bisu mu, mendiam.
Bersama,
Hanya sorot mata yang mencoba berbahasa,
Ditengah kebisuan yang diam.
Bersama,
Hanya angin, yang menyampaikan ingin juga angan.
Bersama,
Hanya malam, yang membiarkan aku tinggal,
Dan melepas engkau, hingga titik cahaya permulaan hari.
Sedang engkau bersama siang.
Hadir di ujung senja,
Sedang engkau, hadir di awal fajar.
Aku terdiam, engkau membisu.
Aku merenung, engkau biarkan diri tenggelam.
Aku menatap.
Engkau menajam.
Tanpa kata, tanpa bahasa, tanpa suara.
Diam ku tak bisu,
Namun bisu mu, mendiam.
Bersama,
Hanya sorot mata yang mencoba berbahasa,
Ditengah kebisuan yang diam.
Bersama,
Hanya angin, yang menyampaikan ingin juga angan.
Bersama,
Hanya malam, yang membiarkan aku tinggal,
Dan melepas engkau, hingga titik cahaya permulaan hari.
Komentar
Posting Komentar