NGESELINNYA JADI ORANG JUJUR : sebuah sambatan yang ingin dibaca dan dihabiskan.
HARUS SIAP SAKIT HATI
ATAS APA YANG TERJADI
Ini adalah cobaan hati
lainnya, selain ditolak doi atau tersiksa kepo doi membalas rasa kita atau
tidak. Yak contoh, kamu sudah mengerjakan soal ujian mati-matian. Hanya mengandalkan
ingatan otak kamu atas apa yang telah kamu baca dan pahami konsepnya, pun
penalaran serasional mungkin. Dan yang menjadi masalah adalah teman atau
lingkungan kamu, yang dengan gampangnya mengandalkan tulisan yang ada di slide
dan mengikuti jawaban teman-teman.
Kalau masih belum puas,
ada sih contoh lagi. Setelah itu, kamu tahu dengan gamblang, kebahagiaan orang-orang
tadi atas pencapaian luar biasa kotornya. Sedangkan kamu? Harus nrimo opo onone
hasil pemikiran sendiri yang nilainya tidak seberapa.
TERGODA SETAN SANA-SINI
Kali ini, mengenai
dorongan eksternalnya. Perlu diberikan contoh? Terjadi pada satu kondisi ketika
kamu mentok dan tidak tahu lagi apa yng hendak digali dari ingatan mu yang
tidak seberapa itu. Pokoknya bodo amat kamu pun akan menulis jawaban apapun
asalkan masih bisa di-a-ka-lin. Ya,
kuncinya adalah masih bisa diakalin. Punya
akal kan? Oke. Akalin.
Nah yang menjadi
masalah adalah setan pun nga-ka-lin. Bagaimana
caranya agar kamu gagal bertransformasi jadi manusia suci layaknya malaikat
abal-abal. Selanjutnya yang terjadi adalah bisikan-bisikan dari sebelah kamu
meminta fokus didengarkan, memberi sinyal kamu harus segera memasang mode jenis
mendengarkan diskriminatif, dan saat kamu ngeh,
sangat paham, jelas, lugas, apa yang dia bicarakan, tangan mu akan cepat-cepat
diambil alin dan digerakkan oleh setan. Menulis jawaban apa yang telah kamu
dengar. Saat itu tiba? Segeralah pindahkan tangan mu dari lembar jawaban,
jauhkan sejauh mungkin, kalau perlu lepas dulu tangan mu. Jangan biarkan tangan
itu ternodai dan menodai. Jangan sampai kesucian mu hilang. Buzzzzz.
Tentunya, banyak
kejadian-kejadian lain yang dapat menjadi contoh. Ibarat hati yang kamu punyai.
Pada kondisi yang sama, sangat memungkinkan ia akan teriak sekencang-kencangnya
untuk memanggil teman terdekat dan meminta serta mengambil alih ingatan yang
teman mu curi dari materi perkuliahan. Nah, sangat disarankan untuk membekap
mulut kamu sendiri. Jangan buka sedikitpun atau kamu akan menyesal bahwa
akhirnya kamu harus menerima kenyataan lembar ujian mu sudah tidak perawan
lagi.
DIANGGEP PINTER GEGARA
KELUAR DULUAN
Kalau hal yang satu
ini, bukan hal yang pasti. Jadi seperti ini, kamu hanya akan punya dua pilihan.
Pertama, kamu dianggap pintar karena keluar duluan. Kedua, kamu diduga kebelet boker karena cepat-cepat meninggalkan
ruang ujian. Tetapi, sangat Alhamdulillah,
segala puji bagi Tuhan (Allah) yang membuat sekitar berpikir bahwa kamu adalah
makhluk yang jenius. Walaupun pada kenyataannya, melihat IP-IPK pun kamu selalu
ingin menangis darah dan sesekali mencoba ngemil kapur barus.
YANG UTAMA DAN PALING
UTAMA
Kita sampai pada yang
utama dan paling utama, layaknya memanjatkan puji syukur pada Tuhan dalam tiap
awalan pidato orang-orang. Hal yang dimaksud adalah kamu akan, telah, dan
selalu dianggap orang yang SOK SUCI. Kamu akan dicari-cari untuk diambil darah
sucinya, tetapi kamu harus selalu ingat kenyataan bahwa kamu bukan Mimi Peri
yang selalu diusahakan dicuri keperawanannya. Yang lebih mematikan adalah
ketika kamu menyebarluaskan tulisan ini dalam bentuk apa pun. Bersiaplah kamu
dibenci oleh penduduk semesta. Meskipun, pada kenyataannya kamu melakukan ini
karena sayang mereka dan enggan kehilangan teman-teman seperti mereka akibat
mereka telah lebih dulu diklain sebagai teman setan. Namun begitu, penilaian
atas diri kamu dihadapan orang lain tetap tak bisa dikendalikan, persilakan
dengan hormat untuk mereka memberi penilaian atas diri mu.
Saya pribadi yakin,
Tuhan yang di-imani umat beragama mana pun pasti tidak pernah menyeru kejahatan
dan kemunkaran. Dan saya sebagai muslimah pun berusaha untuk selalu mengingat
apa yang telah Tuhan saya firmankan, salah satu yang terdalam di ingatan adalah
QS Ali Imran ayat 104. Berikut terjemahan bahasa Indonesia ayat ini :
“Dan hendaklah diantara
kamu ada segolongan orang yang menyeru pada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang
beruntung.”
Mengapa ayat ini? Ayat ini
bagi saya telah merangkum segala apa yang harus dan jangan dilakukan manusia. Sila
kamu highlight kalimat “mencegah dari
yang mungkar.” Kalimat tersebut yang menjadi poin utama. Saya ingin mampu atas
hal itu, saya berharap setidaknya tindakan-tindakan seperti itu pun yang
serupa, tidaklah berkelanjutan. Guyon saya, kamu kan selalu diajarkan dan
dicekokkan untuk melakukan hal-hal yang berkelanjutan. Ya itu baik, tapi tidak
semuanya baik, akan baik ketika yang berkelanjutan adalah program pemberdayaan
masyarakat, pembangunan, pertanian, dan lain sebagainya. Namun, tentu tidak
baik jika yang berkelanjutan adalah hal-hal mungkar. Ini menjadi warning karena yang tadinya hanya
coba-coba, akan terus dilakukan hingga menjadi suatu kebiasaan, pun kebiasaan
kan selalu berkelanjutan. Itu akan melekat selamanya dan sangat susah
ditinggalkan, akibatnya akan jangka panjang, di masa depan? Sila kamu
bayangkan. Tambahan lagi sedikit bumbu dari QS Al Maidah ayat 8 yang
terjemahnya :
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah….”
Itu cukup bagi saya yang selalu minta menjadi bagian dari orang yang beriman, agar seluruhnya diterima dalam golongan tersebut. Jika masih ingin mencari dalil-dalil serupa tentu sangat banyak, baik perintah, peringatan, larangan, hingga ganjaran atas apa-apa yang dilakukan, dalam hal ini hususnya perihal kejujuran.
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah….”
Itu cukup bagi saya yang selalu minta menjadi bagian dari orang yang beriman, agar seluruhnya diterima dalam golongan tersebut. Jika masih ingin mencari dalil-dalil serupa tentu sangat banyak, baik perintah, peringatan, larangan, hingga ganjaran atas apa-apa yang dilakukan, dalam hal ini hususnya perihal kejujuran.
Namun begitu, ane (cieilah
ngarab biar keliatan sholekhah :v),
baiklah, saya, secara pribadi sebenarnya masa bodoh a.k.a bodo amat dengan apa
yang kamu kerjakan, hematnya, toh itu tidak memberi efek apa-apa bagi diri pribadi
saya. Jadi, sejukkan hati dan tenangkan pikir, terserah kamu hendak berbuat
apa. Itu hidup kamu, dan itu urusan kamu dengan semesta juga Sang Pencipta.
Sekian dan Terima
kasih.
Dari saya, salam sayang.
Mantul bulek
BalasHapusalhamdulillah. matur nuwun pakdhe
Hapus